Jumat, 02 Juli 2010

Terrafugia Transition (Mobil Terbang)

Apakah pernah temen-temen berkhayal?
Tentunya semua orang pernah berkhayal,
apalagi seperti saya ini,
yang selalu berkhayal untuk menjadi anak band yang terkenal.
(Itu mimpi atau khayalan ya?)

Tapi pertanyaan berikutnya lebih spesifik yaitu,
"Apakah Anda pernah mengkhayalkan mobil bisa terbang?"

Ternyata khayalan tingkat tinggi itu,
seperti sebuah judul lagu band fenomenal Indonesia,
Peterpan,kini menjadi kenyataan.
Setelah 30 tahun didamba-dambakan.

"Terrafugia Transition"




Terrafugia Transition merupakan kendaraan yang didesain sedemikian rupa dengan memadukan teknologi pesawat dan mobil sehingga bisa dikemudikan di jalan raya dan angkasa.
Keren bukan?

Transisi dirancang sebagai pesawat berukuran lebih kecil ketimbang pesawat swasta yang sesuai klasifikasi Federal Aviation Administration (FAA), tentunya dengan berat maksimum 1,320lb. Sayangnya tidak banyak fitur keselamatan yang disematkan ke dalam kendaraan tersebut.
Maklumlah, ini kan bisa dikatakan penemuan pertama.
Jadi pasti banyak kekurangannya.

Meskipun begitu, FAA telah memberikan pengecualian untuk memungkinkan kendaraan itu masuk dalam klasifikasi pesawat olahraga ringan, padahal beratnya pun melewati batas lebih dari 120lb. Namun pesawat olahraga ringan itu hanya diberi lisensi terbang selama 20 jam, membuat pesawat ini lebih mudah diatur ketimbang pesawat swasta berlisensi penuh.

Terrafugia Transition dilengkapi dua kursi penumpang dan dapat dikemudikan di jalan raya kecepatan biasa menggunakan roda yang ada di bagian bawah pesawat, dengan sayap terlipat dengan kekuatan 30 mil per galon. Setelah tiba di tempat take-off, baik itu bandara atau sebidang tanah datar, lipatan sayap pesawat akan terbuka dan melakukan lepas landas. Sayap lipat tersebut dilengkapi dengan tenaga listrik.

Kecepatan berada di udara mencapai 115mph, dengan jara tempuh 460 mil, dan bisa membawa barang dengan berat 450 lb. Untuk melakukan penerbangan, kendaraan ini membutuhkan landasan pacu berukuran 1.700 kaki, bahkan kendaraan ini dapat disimpan di garasi berukuran standar.

Terrafugia mengatakan bahwa salah satu keuntungan utama Transisi adalah keselamatan, meskipun dalam menghadapi cuaca buruk, bisa tetap terbang dengan aman.

Perusahaan ini mengatakan bahwa 70 orang telah memesan mobil terbang ini dengan deposit sekira USD10,000. Mobil itu diharapkan akan didistribusikan ritel dengan harga USD194,000.
Jadi jika harga berkisar USD194,000 kalau dikurs kan ke rupiah sekitar 2 milyar.
Hmmm..
Siapa yg mau pesan?

Jika mobil sudah bisa menjadi pesawat,
kemungkinan 30 tahun ke depan,
transformer benar-benar menjadi kenyataan.

2 komentar:

  1. waduh! keduluan, ak baru mau posting tu..hehehe

    BalasHapus
  2. @.: dunia TI :.
    hehe..
    ma'ap sob..
    Soalnya aku takjub liat fenomena ini..
    awardnya udah di pasang?

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...