Please welcome kepada band lokal yang telah merilis mini album mereka pada pertengahan tahun 2016 ini tepatnya pada bulan Agustus kemarin, KORNEA. Band yang berasal dari Malang ini akhirnya merilis enam lagu yang telah mereka garap ke ranah publik. Mini album yang dikemas dengan nuansa easy listening ini sudah bisa didapatkan di toko-toko musik online seperti iTunes, Spotiffy dan masih banyak lagi. Mini album terdiri dari enam lagu yang berjudul :
Ke enam lagu ini dikemas dengan aransemen musik yang easy listening dan di mana pada masing-masing lagu memiliki nuansa, kekuatan dan warna yang khas. Untuk preview dari lagu-lagu KORNEA bisa didengarkan di Channel youtube mereka atau sosial media KORNEA. Untuk lirik lagu, dipraghablog akan mempostingnya ke postingan setelah post ini.
Enjoy karya mereka dan selalu support your local band. Merdeka!
Beberapa hari yang lalu Gigi meluncurkan salah satu hit single pada album terbaru mereka. Di mana album terbaru mereka ini terdapat tiga hal baru di dalamnya; Pertama ini adalah album live. Kedua, ada penulis lagu tamu yang menyemarakkan album Gigi kali ini, dan yang ketiga album ini dikerjakan di Abbey Road Studio, London.
Untuk pecinta musik pasti sudah mengenal akan nama besar dari Abbey Road Studio ini. Ya, studio rekaman band legendaris The Beatles.
Begitu banyak cerita di balik penggarapan album terbaru Gigi ini, mulai dari dokumentasi perjalanan, keterbatasan instrumen hingga "term and condition" dari pihak Abbey Road Studio. Namun semua persoalan tersebut dapat diatasi dengan ciamik oleh pihak Gigi. Berikut video "Tak Lagi Percaya".
Pastinya
temen-temen semua pernah denger dan tau band satu ini, Gorillaz, band yang
terkenal dengan karakter animasinya. Karakter yang dimainkan yaitu Stuart “2D”
Pot, Noodle, Murdoc Niccals, dan Russel Hobbs.
Dulu pasti
banyak yang bertanya siapa di balik layar dari band ini, namun seiring waktu
kini telah diketahui siapa dalang dari ide yang sangat kreatif ini.
Dan tanpa
diduga dan membuat sedikit heran ternyata Gorillaz ini merupakan proyek solo
dari Damond Albarn (dikenal sebagai vokalis Blur), band asal Britania. Tentunya penikmat musik era 90-an mengenal band satu ini.
Jadi Gorillaz
ini, dari beberapa sumber mengatakan,merupakan ide gila dari Damond yang
dibantu oleh temannya, Jamie Hewlett, Co-Creator komik Tank Girl dalam
peng-eksekusiannya. Jamie Hewlett mengaku ide ini timbul saat ia dan Damon
berbagi flat bersama tahun 1997, dan menonton MTV.
Dan sepanjang
imajinasi bermain, ke empat karakter ini dibuat sehidup mungkin menggunakan
berbagai macam cara (salah satu konser mereka di lakukan dengan hologram ke
empat karakter menggunakan alat musik), mereka memiliki penyuara, diari, bahkan
melakukan sesi pemotretan seperti selebritis pada umumnya.
Sungguh sebuah
ide karya yang kreatif. Spektakuler !
Pada akhirnya memiliki kesempatan
kembali untuk menulis. Pada postingan kali ini akan sedikit mengulas sebuah
band dalam negeri yang karya-karyanya patut untuk diperhitungkan oleh
temen-temen semua. Sebuah band
yang dirasa sangat original dan khas, "Efek
Rumah Kaca".
Band dengan 3 orang personil ini; Cholil Mahmud
(Vocal, Guitar), Adrian Yunan Faisal (Bass, Backing Vocal), dan Akbar Bagus Sudibyo (Drum, Backing Vocal);
memiliki kebiasaan menulis lagu yang berbeda dengan band-band yang lain. Mereka
menuliskan lirik sosial, realita kenyataan yang ada di sekitar, sehingga musik
mereka tidak hanya untuk menghibur namun di dalamnya juga tersaji refleksi dan
realitas yang ada.
Band ini memulai debut mereka pada tahun 2007,
di mana Agustus 2007 mereka mengawalinya dengan menjalani tour ke beberapa kota
dan pada September 2007 mereka merilis album pertama (Selftitled) ke pasar
musik Indonesia. Single pertama "Jatuh Cinta Itu Biasa Saja" mulai
mendapatkan perhatian dari media dan musik pendengar Indonesia. Tapi, hal yang
paling berpengaruh pada nama Efek Rumah Kaca ke nasional adalah single kedua
mereka, "Cinta Melulu" - sebuah sindiran keapada industri musik Indonesia
yang didominasi oleh lagu cinta yang disajikan dengan komposisi musik dan lirik
yang biasa-biasa saja, ungkap mereka.
Mereka juga telah menerima
beberapa penghargaan di antaranya, "The Best Cutting Edge" - MTV
Indonesia Music Award 2008, "Editor's Choice 2008" of the Rolling
Stone Indonesia version, "Class Music Heroes 2008" dan nominated dalam
Anugrah Musik Indonesia Award 2008.
Kurang dari setahun kemudian, 19 Desember 2008,
mereka merilis album kedua mereka (Kamar Gelap). Pada album ini, Efek Rumah
Kaca membuat album lebih berwarna, lebih kaya nuansa. Pada satu kesempatan,
Efek Rumah Kaca dipercaya untuk mengisi bagian khusus tentang pemilu di harian
Kompas (selama satu bulan, yang diterbitkan setiap hari Sabtu di bulan Januari
2009).
Jelas, Efek Rumah Kaca masih band yang sama seperti
yang mereka dirikan: mencoba untuk menulis lagu sebagus dan seindah mungkin,
menangkap reality, dan berharap untuk memberikan warna indah pada setiap
karyanya. Sambil sesekali bersorak, bukan pada siapa pun, tetapi pada
jalannya sendiri, "Market Can Be Created!", teriak mereka.
Satu lagi band yang perlu diketahui oleh temen-temen yakni Tohpati Bertiga.
Yaps, band ini proyek dari Om Tohpati beserta kawan-kawannya, ada Om Indro Hardjodikoro, dan Mas Aditya Wibowo atau sering dikenal Bowie (Gugun Blues Shelter). Aliran musiknya beraromakan jazz rock progresif. Warna jam session antara tiap personel di album "Riot" menjadi semacam arena pelampiasan masing-masing individu untuk mengeluarkan teknik-teknik rumit mereka. Album Tohpati Bertiga (Riot) merupakan sebuah karya seni yang apik, bagaimana tidak karena dalam pembuatannya dilakukan secara live recording tidak over dumb, tidak ada yang diedit maupun diulang. Sebagai buktinya album Riot Tohpati Bertiga ini mampu masuk dalam 20 Album Indonesia Terbaik 2011 dan Album Terbaik no.1 versi majalah Tempo. Proyek band ini salah satu contoh yang lagi-lagi mengatakan bahwa musik dan musicians dalam negeri tak kalah dengan produk luar. (dpg)
Ligro Trio, ngerti band ini ya awalnya ketika mantengin timeline-nya Gusti Hendy di Twitter dan pernah denger band ini sebelumnya. Of course karena ngefans berat sama Gusti Hendy jadi nyari-nyari info tentang band ini. Dan ternyata memang bener-bener manteb! Berikut kutipan profil tentang LIGRO.
Kami memainkan musik sebagaimana yang terlintas dari hati. Musik adalah sesuatu yang mengasyikan dan dapat ditransformasi dalam berbagai bentuk komposisi dan harmoni tiada terbatas. Nama Ligro terasa pas bagi kami, kami siap disebut orgil karena kecintaan untuk mengeksplorasi bunyi-bunyian.
Ligro adalah Adi Darmawan (bass), Agam Hamzah (elektrik gitar) dan Gusti Hendy (drum). Terbentuk pada tahun 2004 dan sejak itu telah memulai langkahnya dengan menciptakan komposisi-komposisi dan membuahkan satu album yang berjudul ‘Dictionary 1’. Ligro juga telah mengikuti berbagai event di berbagai tempat di Indonesia dan luar negeri.
Latar belakang budaya tiap personel Ligro yang berbeda membuat musik trio ini semakin kaya. Adi berasal dari Madura, Hendy berasal dari Kalimantan Selatan dan Agam yang campuran dari Aceh dan Sunda. Perbedaan budaya ini yang memperkaya musik Ligro. Termasuk penggunaan Gondang, kendang Batak, yang menjadi bagian tak terpisahkan dari set drum Hendy. Namun Hendy memukul gondang itu dengan gaya Kalimantan.
Harapan kami, dapat terus berkarya dalam sukacita. Semoga teman-teman menyukai musik Ligro. Selamat menikmati album kedua, ‘Dictionary 2’