Kamis, 26 September 2013

Memanfaatkan Sampah sebagai Sumber Energi

Mengenai sampah sepertinya kita perlu belajar pada Swedia dan Jerman. Kedua Negara maju ini dapat mengalih artikan makna sampah yang berupa ‘benda tak terpakai’ lagi menjadi benda yang bermanfaat, hal ini khususnya terjadi di Swedia.

Jerman merupakan ‘Juara Dunia’ dalam hal pengelolaan sampah. Di negara ini dengan sedemikian rupa sampah diolah sehingga dapat dimanfaatkan kembali, misalnya limbah besi yang digunakan kembali untuk konstruksi-konstruksi bangunan.



Swedia, kita perlu belajar dari negara ini. Bagaimana tidak, dengan sampah mereka mampu memiliki sumber energi sendiri. Menurut Chalmers (2013), berbagai jenis sampah tersebut menjadi tiga outcome yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Swedia :
  • ·     Outcome pertama adalah agriculture bio fertilizer atau dalam bahasa sederhannya, pupuk. Dihasilkan dari limbah-limbah organik rumah tangga.
  • ·         Outcome kedua adalah  industry raw material yaitu bahan-bahan hasil daur ulang seperti kardus, plastic, kertas yang telah diolah menjadi bahan setengah jadi dan bias digunakan untuk produksi ulang.
  • ·         Outcome ketiga adalah energi yang digunakan sebagai sumber electricity di kota, pemanas ruangan, dan juga pemanas air. Energi ini dihasilkan dari proses pembakaran sampah-sampah campuran. – via : ppiswedia.se



Ditambahkan pula penjelasan 700 ribu ton sampah menghasilkan 1500 gigawatt hour (GWH) panas yang menyumbang 30% energy heating untuk distrik Göteborg dan juga menghasilkan 270 GWH electricity yang menutupi 5% kebutuhan listrik kota. Swedia pun mengimpor 800.000 ton sampah setiap tahunnya dari negara-negara tetangganya.

Menurut beberapa sumber, setiap harinya 380 kota di Indonesia memproduksi 80.000 ton sampah. Dalam 10 hari, produksi sampah Indonesia sudah memenuhi kebutuhan sampah tahunan yang Swedia impor dari Norwegia.

Jadi, sepertinya dari informasi tersebut kita dapat mengambil pelajaran. Tidak perlu muluk-muluk, kita awali dari hal yang terkecil (kita dan keluarga) yakni dengan memilah-milah sampah rumah tangga kita. Dari sana kita rasa nantinya setelah sampai di TPA maka sampah tersebut akan lebih mudah untuk diolah.

Gambar: http://www.derbyweb.com/index.aspx?NID=126

7 komentar:

  1. arikel yang bagus bro... makasih infonya...

    BalasHapus
  2. Berarti Indonesi mmepunyai potensi besar ya dalam memanfaatkan sampah seharusnya, soalnya kan banyak sampah dimana-mana *eh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, harusnya seperti itu. Pasti bisa, soalnya ini sangat berpotensi asal jangan ada tangan tangan nakal deh. Hehe..

      Hapus
  3. makasih buat postingannya, lagi nyari ide buat PKM

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama sama mas, sukses PKM buta PKM-nya.

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...